jingukkk!! makian itu lurus aja keluar setelah aliran listrik putus untuk ke-3 kalinya dalam waktu 15 menit. boston pun turut bersungut. input datanya belum sempat disimpan. si bos senyum-senyum aja soalnya doi pake laptop. pemadaman pertama sih, gak masalah. toh unit sudah nyiapin genset sebagai antisipasinya. genset pun dinyalakan. aktivitas pagi ini mulai lagi. gak ada yang komplain karena semua sudah faham betul kondisi pln saat ini.
“mas, komputernya di-shut down dulu kita mo tukar ke pln lagi. listrik dah hidup” ucap paklik pada kami selang lima menit kemudian.
“oke bos”
proses booting dimulai. masuk desktop. mulai kerja lagi. baru aja recover file muncul, listrik padam lagi. terang aja pemutusan kali ini diiringi koor panjang di seluruh lantai bawah. Huuuuuuuu……………………. paklik pun terlihat berlari ke arah belakang untuk menyalakan genset kembali. mulai deh kata-kata “welcome to the jungle” keluar. tentu saja caci maki buat pengelola listrik negara yang mutusin listrik sak penake.
lima menit kemudian, arus pln kembali tersambung.
“mas, komputernya di-shut down lagi”
ngidupin komputer lagi. putus lagi!! BEBEEEK…DAH!!! gw langsung ngeloyor keluar ruangan.
gw jadi ingat postingan pak menteri desain indonesia. mungkin saja disain logo pln sudah waktunya diganti. petir campur aerrr?? apa gak gosong tuh…….
baca juga ayahdisya punya cerita
aksi memperingati jasa ibu atau hari ibu (mother’s day) di amerika diperkenalkan pertama kali oleh julia waard howe pada tahun 1872. di grafton, west virginia 1970, anna jarvis menggelar sebuah seremoni untuk mengenang jasa ibunya. jarvis pun turut mengkampanyekan hari libur nasional untuk menghormati jasa para ibu. tahun 1910, west virginia menjadi negara bagian pertama yang menerapkan hari ibu. presiden wilson menetapkan senin pekan kedua di bulan mei sebagai hari ibu di tahun 1914.
